Thursday, June 15, 2006

Assalamualaikum Wr, Wb semua, sekedar berbagi pengalaman dari hasil rekayasa management perusahaan RSPB (Rumah Sakit Pertamina Balikpapan) yang di kembangkan oleh consultant industri PT. SysTect Reka Prima Balikpapan. Riset yang kami lakukan tidak terlepas dari kerja sama berbagai bidang disiplin ilmu, dan ternyata Industrial Engineer bisa memberikan kontribusi positif, khususnya untuk industri jasa. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Keunggulan Kinerja sebagai Terobosan Rumah Sakit dalam Memenangkan Persaingan
Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pelayanan kesehatan memperbesar perhatian mereka terhadap industri jasa pelayanan kesehatan. Bersamaan dengan hal itu, kalangan industri memandang jasa pelayanan kesehatan sebagai peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Persaingan dalam industri jasa pelayanan kesehatan pun meningkat.

Kepuasan pelanggan merupakan kunci sukses memenangkan persaingan. Hal ini tentu saja tidak mudah bagi pengelola rumah sakit, mengingat pelayanan yang diberikan juga menyangkut hidup para pasien/pelanggannya. Bila terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan dalam melaksanakan tindakan medis maka dampaknya tidak main-main, sakit yang bertambah parah, cacat tetap atau bahkan sampai pada kematian. Kepuasan pelanggan tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, ada banyak dimensi mutu lain yang mempengaruhi kepuasan pelanggan seperti: layanan administratif, keramahan dan ketanggapan para staf medis dan non medis, kemudahan, kecepatan & ketepatan waktu layanan, dll. Banyaknya dimensi mutu rumah sakit yang perlu diperhatikan sehingga penanganannya harus dilakukan dengan serius, cermat dan tepat.
Mutu layanan merupakan faktor penting yang dapat membentuk kepercayaan pelanggan/pasien kepada rumah sakit sehingga tercipta loyalitas mereka. Saat ini masyarakat Indonesia kurang percaya terhadap mutu layanan rumah-rumah sakit di Indonesia. Mereka yang berpenghasilan menengah keatas lebih memilih menjalankan perawatan/pengobatan diluar negeri ketimbang disini.
Mengapa harus luar negeri? Kelengkapan peralatan kedokteran, kompetensi dan kecepat-tanggapan staf medis maupun non medis, kontinuitas pelayanan, sistem pelayanan yang bagus, dan jaminan mutu yang diberikan merupakan alasan kuat mengapa masyarakat kita lebih percaya kredibilitas rumah sakit di luar negeri dan menjadikannya pilihan.
Kurangnya kegiatan public relations yang memberikan informasi mengenai keunggulan rumah sakit di sini ikut mendorong pasien untuk berobat ke luar negeri. Namun faktor penyebab yang lebih signifikan adalah masih banyak rumah sakit yang belum consumer oriented , belum memberikan kemudahan akses pelayanan bagi para pasiennya dan mutu pelayanan yang masih buruk (dokter yang sering datang terlambat, pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dan perawatan, kurang responsifnya para staf medis dan non medis terhadap kebutuhan pasien, dll).
Rumah sakit kita perlu menerapkan sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Untuk itu rumah sakit di Indonesia harus menciptakan kinerja yang unggul. Kinerja yang unggul atau Performance Excellence merupakan salah satu faktor utama yang harus diupayakan oleh setiap organisasi untuk memenangkan persaingan global, begitu juga oleh perusahaan penyedia jasa pelayanan kesehatan.
Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para pengelola rumah sakit untuk menciptakan kinerja yang unggul diantaranya melalui mekanisme pengelolaan mutu dan pemberian pelayanan yang bagus serta tindakan medis yang akurat tentunya.
Untuk menghasilkan mekanisme pengelolaan mutu yang bagus, perusahaan perlu menerapkan metode pengukuran yang efektif untuk dapat menganalisis dan menemukan dimensi mutu 0 yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan untuk mencapai mutu yang tinggi. Salah satu model pengukuran yang sudah dikenal luas dan terbukti secara efektif membantu keberhasilan penerapan sistem manajemen mutu adalah sistem Malcolm Baldrige National Quality Award. Malcolm Baldrige National Quality Awards (MBNQA) merupakan sistem manajemen yang sangat efektif untuk menghasilkan loyalitas pelanggan dan kinerja tinggi bila diterapkan dengan tepat.
Kriteria penilaian/pengukuran kinerja yang dimiliki oleh MBNQA juga dapat digunakan oleh industri jasa pelayanan kesehatan, kita menyebutnya Performance Excellence for Health Care based on MBNQA. Kriteria dari Performance Excellence for Health Care based on MBNQA terdiri dari 7 kategori, yaitu:

  1. Health Care Results
  2. Patient -and Other Customer- Focused Results
  3. Financial and Market Results
  4. Staff and Work System Results
  5. Organizational Effectiveness Results
  6. Governance and Social Responsibility Results.

Dengan penerapan sistem manajemen mutu secara menyeluruh dan model pengukuran tepat maka perusahaan anda akan menjadi perusahaan kelas dunia yang siap memenangkan persaingan.

Sekedar penuangan pemikiran yang ternyata bisa memberikan nilai plus untuk semua industri jasa.

Posted by : Eka Yuliana, Midnight in Balikpapan East Borneo

Wednesday, May 17, 2006

KRI NALA 363

Lagi menikmati coffe time bersama rekan-rekan, tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran sebuah kapal perang dari samping kiri FPU. Sontak semua rekan-rekan memalingkan perhatian pada kapal perang yang dapat dipastikan milik angkatan laut RI tersebut. Seorang rekan berinisiatif untuk berkomunikasi dengan kapten kapal perang tersebut menggunakan radio marine yang digunakan radio perator yang juga sedang coffe time pada saat itu. Radio operator langsung memindahkan channel radionya ke channel 16. Channel 16 ini merupakan channel standy by yang harus digunakan semua kapal yang sedang berlayar. Ini merupakan peraturan baku international yang berlaku disemua perairan manapun di dunia ini.

Begitu dipindahkan ke channel 16 terdengar kapten kapal ini sedang mencoba berkomunikasi dengan Pesut 2. FYI, Pesut 2 adalah standby boat di West Seno Field. Dari radio terdengar

" KRI NALA 363 pangil Kapal Pesut 2, KRI NAlA 363 berada di depan haluan anda "

Sepertinya Kapal Pesut 2 tidak sedang standby di channel 16. Terdengar hingga 4 kali Kapten kapal KRI NALA 363 mencoba berkomunikasi dengan Pesut 2. KRI NALA 363 juga berusaha menarik perhatian Kapal Pesut 2 dengan mengirimkan isyarat morse menggunakan lampu sorot dari haluannya. Tanggap akan situasi ini, Radio Operator FPU memanggil Pesut 2 yang biasanya standby di channel 72, untuk memberitahukan bahwa ada sebuah kapal perang yang ingin berkomunikasi.
Tadinya kita mengira channel 16 Pesut 2 tidak pada posisi standby. Ternyata menurut kapten Pesut 2 volume radio channel 16 yang berada diruangan nahkoda memang dikecilkan, karena Pesut 2 bukan sedang berlayar. Selain itu sedang tidak ada orang diruangan nahkoda. Kapten beserta crewnya sedang berada di deck luar dan hanya menggunakan radio handheld untuk standby komunikasi di channel 72. Setelah diberitahu akan keberadaan KRI NALA 363 dihaluan depannya, kapten Pesut 2 segera menggunakan channel 16 untuk menjawab panggilan KRI NALA 363.

Dari pembicaraan kapten KRI NALA 363 dengan kapten Pesut terdengar bahwa Kapten KRI NALA tidak mengetahui keberadaan West Seno Field ini. Sehingga FPU yang sepintas mirip dengan barge ini ditanyakan no izin nya. Selanjutnya Pesut 2 pun ditanya mengapa berada disitu dan sedang apa. Ini cukup mengherankan karena di kapal Pesut 2 juga terdapat 2 orang anggota marinir dari Lanal Balikpapan yang memang ditugaskan untuk melakukan pengamanan di West Seno Field, yang notabene juga sama-sama personil TNI AL dengan seluruh kru KRI NALA 363.
Selanjutnya terdengar Kapten KRI NALA 363 meminta untuk berkomunikasi dengan anggota marinir yang ada. Kepada anggota marinir ini, Kapten KRI NALA 363 meminta untuk "naik 1" dan berikutnya komunikasi mereka tidak terpantau lagi.

Radio Operator FPU juga kesulitan untuk menginterprestasikan permintaan "naik 1". Menurut radio operator kami, istilah "naik 1" lazimnya adalah permintaan untuk pindah channel yang sudah disepakti sebelumnya. Jadi contohnya, kalau disepakati 1 perpindahanan adalah 3 channel dari channel sebelumnya, maka apabila pada saat berada di channel 16 dan diminta untuk naik 1, berarti channel yang baru untuk berkomunikasi adalah channel 19.
Sebenarnya masih dapat dilakukan scanning channel untuk mencari channel baru yang dimaksud. Namun karena radio handheld yang digunakan radio operator kami tidak terdapat feature ini, maka kami kehilanggan jejak ke channel mana mereka pindah.

Beberapa saat kemudian di channel 16 terdengar lagi panggilan kapten KRI NALA 363 kepada kapten Pesut 2. Kali ini Kapten KRI NALA 363 menanyakan di channel berapa ia bisa berkomunikasi dengan radio operator FPU. Dijawab kapten Pesut 2 untuk menggunakan channel 72.
Dimulai dengan saling mengenalkan diri, kapten KRI NALA 363 menanyakan beberapa hal dan dapat dijawab dengan baik oleh radio operator FPU. Di akhir pembicaraan kapten KRI NALA 363 menanyakan apakah ada yang ingin dilaporkan. Dan di jawab radio perator FPU bahwa tidak ada yang ingin dilaporkan, situasi dan kondisi West Seno Field aman dari sejak start produksi hingga sekarang. Kapten KRI NALA 363 pun pamit dan mengatakan akan melanjutkan patroli menuju perairan ambalat.

BRAVO KRI NALA 363.

Teruslah berlayar menjaga perairan nusantara nan luas ini.

Tunjukkan kepada Malaysia bahwa Indonesia berdaulat penuh di perairan Ambalat.

Jangan pernah relakan satu jengkal pun wilayah perairan Nusantara lepas dari kedaulatan Republik ini !!!

Selamat bertugas KRI NALA 363
Kami titipkan kedaulatan perairan Negeri ini dipundakmu.
Doa kami menyertai misi mulia mu.

Posted by RZ

Friday, May 12, 2006




Pintar Saja Ternyata Tidak Cukup... sebab Manusia juga Memerlukan Petunjuk yang Benar.

“Seseorang tidak hanya bisa sukses hanya dengan membuat orang lain bahagia dengan cara mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Tidak bisa dianggap benar dan juga tidak wajar membuat orang lain bahagia sementara diri sendiri menjadi sedih bahkan menderita”.

Beberapa penulis memuji orang-orang yang jenius bekan karena mereka menyadari kebahagiaan dan kedamaian, tetapi karena mereka membiarkan diri mereka terbakar agar dapat menerangi orang lain. Tetapi, yang benar-benar jenius adalah bila hatinya disinari terlebih dahulu, kemudian dia menunjukkan jalannya kepada orang lain. Maka pribadi orang tersebut akan membangun sebuah pondasi petunjuk dan kebaikan pertama kali untuk dirinya sendiri, lalu selanjutnya untuk yang lain.

Sebagai pertimbangan adalah apa manfaatnya bagi seseorang menjadi raja, atau pemimpin, atau apalah posisi di dunia yang menggiurkan dan menghasilkan keuntungan besar, sementara hatinya penuh dengan pertentangan? Bila bakat dan kesuksesan seseorang tidak menghantarkan orang pada keselamatan dunia akhiratnya, lalu untuk apa kebaikan mereka?


Well guys.. make up your life.. Keep jihad and always Istiqamah.


Posted By : Eka Yuliana (0811530549)

Tuesday, May 02, 2006

Lulusan TI, bisa ke mana?

Banyak lulusan TI pada umumnya selalu berpikir (ga cuma lulusan TI,seh) untuk kerja di bidang industri atau marketing.
Boleh jadi, ini karena adanya informasi yang didapet ketika kuliah dulu, ga jauh2 dari dunia industri, memanusiakan manusia, atau marketing.
Padahal.....
kalo saja seorang TI itu mau mengasah dirinya di bidang lain2, maka, akan tergali kecerdasan dan instingnya di bidang lain (memperkaya sense, bahasa lainnya) yang memungkinkannya berkecimpung di bidang lain atau malah membuatnya struggle di dunia industri.

Misalnya: (diambil dari contoh kasus anak TI UNISBA angkatan 96 sendiri)
1. Fuji Febriana (Fujie)
Entah sejak kapan, dia emang udah maniak gambar kartun, dll. Aku dulu suka minta dibuatkan gambar yang lucu darinya. Kenyataannya, setelah lulus dari TI Unisba, dia milih untuk sekolah desain grafis di Jerman. Dia sama sekali tidak mengubur impiannya buat tetep eksis di bidang grafis, melainkan tetap memelihara mimpinya. Sehingga, apa yang diinginkannya kemudian dapat terwujud

2. Peni Astiti
Sejak semester 3 kuliah, sudah mulai tertarik pada dunia anak-anak. Pada semester 5, bergabung dengan PAS (Pembinaan Anak-anak Salman) ITB untuk mengasah sense di dunia anak-anak, dan tetap eksis di dunia anak. Hasilnya? Sekarang, kalo dapet kerjaan ga jauh dari dunia anak-anak.

3. Rachmat Zaherman (Zaher)
Ga tau sejak kapan, bapak satu ini memang sudah doyan sama yang namanya komputer. Makanya sempat jadi asisten lab Apkom juga. Ternyata, bapak satu ini cukup tangtek (tanggap dalam teknologi komputasi). Selain itu, bacaannya juga banyak, yang memungkinkan beliau sangat nyambung untuk ngobrol banyak hal. Tidak harus seputar Te I atau komputer

4. Eka Yulianna
Pengusaha muda ini, sejak sekolah dulu, sudah banyak organisasi dan aktivitas lain yang diikutinya. Hal ini membuatnya menjadi banyak relasi dan dia juga kakap sekali dalam memelihara pertemanan. Sehingga, Eka memiliki jaringan yang tidak sempit. Begitu juga dengan talent dan intuisi di dunia perdagangan yang sudah diasahnya sejak jaman kuliah dulu. Sempat punya rental komputer segala. Sehingga, sekarang ini dia sudah punya dua toko yang berhubungan dengan anak-anak (dan sekarang dalam masa penjajagan untuk gabung dengan agen AKAL Interaktif). Semua itu dipupuk dari sejak jaman sekolah dulu.

5. Robi Ekanudin
Dari sejak kuliah, dia sudah punya bakat berdagang. Mulai dari jualan kaset (dulu counternya di belakang Gramedia Merdeka) terus jualan dompet dan ikat pinggang (di depan BIP) yang keduanya masih nebeng, sekarang sudah punya counter sendiri di Pasar Baru, Bandung.
Tentu saja, ilmu ke TI an yang didapat bisa mendukungnya dalam berdagang, namun ada skill tersendiri yang tidak didapat ketika kuliah dulu, yang telah terasah di luar kampus yang sangat membantunya untuk survive di area persaingan yang sangat ketat.

6. Dian Puspitasari (Didi)
Memang dia mah suka sama anak2, sekarang, Didi memilih buat jadi guru di sebuah sekolah dasar terpadu. Bahkan, dengan ketelatenan dan ketekunan serta kedekatannya dengan dunia anak2, jangan lupa, dia sangat hobi membaca, membuatnya dipercaya untuk menjadi terapis autis di sekolahnya. Ternyata, tidak harus seorang lulusan psikologi, kan, untuk bisa menjadi terapis autis seperti Didi????

7. M. Taufiq (Opik)
Sejak kuliah dulu (atau dari sononya) bapak ini memang terbilang sangat penyabar dan rajin. Makanya, begitu lulus kuliah, beliau mendapatkan kesempatan buat ngambil program magister di ITB. ternyata, beliau kini menjadi abdi negara dan pernah mendapat kesempatan buat belajar web programming di Belgia, itu sudah pasti buah dari kesabaran dan ketekunannya.

8. M. Fakhrurozi (Ojhied)
Kesabaran dan ketelatenan mendengarkan curhat teman2, membuatnya kini dipercaya buat menjadi customer service di sebuah perusahaan operator telekomunikasi selular pasca bayar. Sepanjang yang saya tahu, sama sekali bukanlah hal yang mudah untuk bisa menghadapi orang lain. Nah, karena hal ini terus diasahnya, maka membuahkan hasil.

9. Jaka Prahasta
Pertama saya kenal beliau, karena saya tertarik dengan majalah ANGKASA yang dibawanya. Saya ingat betul, majalah yang dibawa itu sampul depannya adalah pesawat Sukhoi (saya lupa jenisnya). Saya cuma tertarik sama namanya, tapi, lalu Jaka bertutur panjang tentang pesawat tersebut (sayangnya saya kurang mengerti apa yang dibicarakannya, karena dia pakai bahasa yang tidak klop buat saya).
Ketertarikannya pada pesawat, membuat tangannya tak urung bergerak juga untuk membuat aeromodelling. Katanya, dia ingin punya usaha di bidang aeromodelling.
Well, saya tidak tahu lagi kabarnya, jadi saya tidak tahu perkembangannya. Tapi, saya berharap, usaha aeromodellingnya maju.

10. Hanbali Niran (Hans)
Bapak satu ini pembawaannya bapak-bapak banget. Orangnya luwes, bisa berbagai bahasa. Dan, jiwa patriotiknya tinggi. Kemampuan berdiplomasi membuatnya mampu menembus perusahaan asing (meski katanya cuma sebagai kuli). Satu hal yang bisa diteladani dari beliau adalah: beliau punya jiwa kepemimpinan yang baik. Mudah-mudahan, di tempat kerjanya, beliau bisa menempati posisi yang sama baiknya dengan talent yang beliau miliki.

Masih banyak anak TI Unisba 96 yang lain yang kebetulan saya kurang tahu profesinya, yang saya percaya, pasti sudah yakin dengan dunianya yang sekarang digelutinya.

Cuma satu hal yang ingin saya soroti:
Jurusan apa pun kita berasal, yang penting, asah selalu sense kita di bidang apapun. jangan pernah menjadi gengsi karena merasa terlalu "tinggi level" ketika harus mendekati sesuatu. Saya pernah dicemooh karena terlalu dekat dengan dunia anak, padahal saya bukan berasal dari jurusan pendidikan taman kanak-kanak. So lho gitu what?
Penting bagi kita untuk mengasah sense, karena Allah SWT menciptakan kita dengan multiple intellegency. Yang patut kita lakukan adalah mensyukurinya dengan memanfaatkan semua kecerdasan tersebut dengan banyak cara yang bisa kita lakukan.

Trus, apa lulusan TI bisa jadi dokter atau psikolog?
Kenapa nggak? Kuliah lagi aja di fakultas kedokteran atau psikologi......

habisnya untuk yang itu, kita perlu skill dan ilmu khusus begitu pula sertifikasinya...


Posted by: Peni Astiti, May 02nd 2006, at
Akal Interaktif edited on May, 05th 2006.

Sunday, April 30, 2006



Please, welcome to our community!!

Boleh juga nih 'blogspot' nya, ide awal untuk memulai TI '96 Corporation...I hope!

Mudah-mudahan press release-nya berjalan seperti yang diharapkan. Viva TI '96!!

Posted by : Hanbali - April 30th, 2006

Thursday, April 27, 2006


An Introduction To Media

In today's world media is a craft, equal parts art and science. Understanding our world, the media process, the critical terminology and the characteristics of each medium are all components of this craft.


Media is Like Sex !!!, it's simple, it can be done in all sorts of ways, anyone can do it and you even ask the same question Who ?, When ? Where ? How and how much will it cost ?. (hehe .. sering denger tuh waktu kuliah...).

langsung aja deh .... the final world :
  • The media world is changing
  • The consumer is becoming more difficult to reach, and influence
  • A knowledge of media fundamentals insure the most effective use of marketing funds
  • But media is both a science and an art
  • Media effectiveness is a product of having the required knowledge and experience
  • Know your brand and know the competition
see u..keep ur spirit and don't give up

(Tedunk, Carat Indonesia)



Test Posting Pertamaxx kali ahh... by me !!!


begini ceritanya ... suatu hari sehabis kerja, sesaat sebelum hujan turun, kebeneran Sony H1 punya kantor lagi ngangur. pasang tripod, set aperture, iso, set shutter speed, set fill in flash, compose dulu di LCD viewfinder, set timer 10 second, pencet shutter, langsung ngacir ke depan camdig. 10 second kemudian ... jeprettt ... berbarengan dengan flash yang slow syncro buat ngilangin red eye efect, bla..bla..bla.. nah, hasilnya terhidang di atas. eh boleh narcis gak ya disini. kalo gak boleh, dengan senang hati akan di delete deh

Posted by : Rachmat Zaherman, West Seno 27 April 2006

Wednesday, April 26, 2006


CARA BERPIKIR ORANG SUKSES

“Successful people think differently than unsuccessful people”Ungkapan ini berusaha menjelaskan bahwa perbedaan utama antara orang sukses dan orang gagal ada pada cara berpikirnya. Mereka yang sukses adalah mereka yang selalu menggunakan kekuatan berpikir untuk terus memperbaiki hidupnya sehingga lebih baik.Orang-orang yang sukses ini adalah mereka yang memiliki tipe berpikir positif. Tipe berpikir orang-orang sukses ini adalah:

1.Big picture thinking bukan small thinkingCara berpikir ini menjadikan mereka terus belajar, banyak mendengar dan terfokus sehingga cakrawala mereka menjadi luas.

2.Focused thinking bukan scattered thinkingSehingga dapat menghemat waktu dan energi, loncatan-locatan besar dapat mereka raih.

3.Creative thinking bukan restrictive thinking Proses berpikir kreatif ini meliputi:think-collect-create-correct-connect.

4.Realistic thinking bukan fantasy thinkingMemungkinkan mereka meminimalkan risiko, ada target & plan, security, sebagai Katalis dan memiliki Kredibilitas.

5.Strategic thinking bukan random thinkingSehingga simplifies, customize, antisipatif, reduce error and influence other dapat dilakukan.

6.Possibility thinking bukan limited thinkingMereka dapat berpikir bebas dan menemukan solusi bagi situasi yang dihadapi.

7.Reflective thinking bukan impulsive thinking Memungkinkan mereka memiliki integritas, clarify big picture, confidentdecision making.

8.Innovative thinking bukan popular thinkingMenghindari cara berpikir yang awam untuk meraih sesuatu yang lebih baik.

9.Shared thinking bukan solo thinkingBerbagi pemikiran dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

10.Unselfish thinking bukan selfish thinkingMemungkinkan mereka berkolaborasi dengan pemikian orang lain.

11.Bottom line thinking bukan wishful thinkingBerfokus pada hasil sehingga dapat meraih hasil berdasarkan potensi pemikiran yang dimiliki.

Posted By : Eka Yuliana, Balikpapan 27 April 2006
Assalamualaikum Wr, Wb

Dearest All !!

Alhamdulillah akhirnya blogspot ini bisa terwujud, besar harapan kami semua teman-teman Industrial Engineer 96 Bandung Islamic University di seluruh penjuru bumi Allah bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menuangkan pemikiran-pemikiran yang sifatnya membangun, kritik dan saran dan saling menasihati untuk kebaikan adalah kunci utama agar tali silaturahmi kita tetap berjalan meskipun kita semua telah sibuk dengan kehidupan kita masing-masing.

Selamat berbagi dengan hati di blogspot ini.

Salam sukses untuk semua

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Eka Yuliana
Balikpapan, 27 April 2006